Tampilkan postingan dengan label Corona. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Corona. Tampilkan semua postingan
Panduan Cara Makan Sahur dan Berbuka Selama Bulan Ramadhan Menurut WHO

Panduan Cara Makan Sahur dan Berbuka Selama Bulan Ramadhan Menurut WHO

Panduan Cara Makan Sahur dan Berbuka Selama Bulan Ramadhan Menurut WHO -  Agar tubuh menjadi kuat dan sehat saat puasa, terlebih di tengah pandemi global Covid-19 saat ini, World Health Organization (WHO) – Eropa telah menerbitkan panduan tentang cara makan sahur dan berbuka (iftar) selama bulan Ramadhan. Pada panduan tersebut juga berisi informasi berharga tentang nutrisi untuk membantu menjaga sistem kekebalan tubuh tetap kuat (EMRO-WHO, 2020).

Keistimewaan Puasa Ramadhan saat Pandemi Corona COVID-19 : Okezone ...
Ramadhan Kareem (pict by: muslim.okezone.com)

Berikut adalah panduan nutrisi dan kesehatan yang direkomendasikan oleh WHO selama menjalankan ibadah puasa.


 1. Minumlah banyak air dan makan makanan yang melembabkan selama bulan Ramadhan·

  • Minumlah banyak air antara jam buka puasa dan sahur. Temperatur yang tinggi juga dapat membuat tubuh berkeringat lebih banyak, jadi penting untuk minum cairan untuk menggantikan apa yang hilang pada siang hari (setidaknya 10 gelas saat malam hari ketika tidak sedang berpuasa).
  • Bisa juga menambah asupan air dengan mengonsumsi makanan yang mengandung air. Cobalah menambahkan semangka pada santapan sahur atau memakannya sebagai suguhan manis setelah berbuka puasa. Salad hijau seperti mentimun dan tomat adalah contoh buah-buahn yang dapat menghidrasi.
  • Hindari minuman berkafein seperti kopi, teh dan cola, karena kafein dapat membuat beberapa orang lebih sering buang air kecil, yang dapat menyebabkan dehidrasi. Juga ingat bahwa minuman bersoda dengan gula akan menambah kalori.
  • Makanan yang kaya air dapat disajikan, seperti sup atau salad sayuran segar. Tahun ini, puasa Ramadhan jatuh pada hari-hari yang panjang dan panas. Rata-rata orang berpuasa antara 13 – 14 jam sehari. Selama siang hari, ketika suhu tinggi, penting untuk tetap di tempat yang dingin dan teduh, dan menghindari sinar matahari.

2. Isi kembali tingkat energi dengan berbuka puasa yang sehat dan seimbang·

  • Makan tiga kurma untuk berbuka puasa adalah cara tradisional dan sehat untuk memulai berbuka puasa. Kurma adalah sumber serat yang sangat baik. Memasukkan banyak sayuran untuk memberikan vitamin dan nutrisi penting. Pilih biji-bijian utuh, yang memberi energi dan serat pada tubuh.
  • Nikmati daging tanpa lemak panggang atau panggang ayam dan ikan tanpa kulit, untuk mendapatkan porsi protein sehat yang baik.
  • Secara umum, hindari gorengan dan makanan olahan yang tinggi lemak atau gula. Nikmati makanan Anda dan hindari makan berlebih dengan makan perlahan.
  • Daripada menggoreng, disarankan untuk menggunakan metode memasak lainnya, seperti mengukus, memasak dengan saus, atau menggoreng dengan sedikit minyak.
  • Hindari makanan yang mengandung banyak garam, misalnya sosis, produk daging dan ikan olahan dan asin, zaitun dan acar, makanan ringan, keju asin, termasuk berbagai jenis kerupuk, salad, olesan dan saus siap saji (seperti mayones, mustard, saus tomat).
  • Saat menyiapkan makanan, disarankan untuk membatasi penggunaan garam sejauh mungkin, dan tentu saja dianjurkan untuk menyingkirkan “pengocok garam” dari meja makan. Gunakan berbagai bumbu untuk meningkatkan rasa makanan yang sedang dimasak.·
  • Makan perlahan, dan dalam jumlah yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing individu. Makan besar menyebabkan mulas dan ketidaknyamanan.
  • Cobalah untuk bergerak sebanyak mungkin dan aktif di malam hari, misalnya, dengan berjalan kaki setiap hari.

3. Makan sahur sangat dianjurkan

  • Sahur adalah makan ringan sebelum menjalani puasa setiap hari; ini berlaku terutama untuk kelompok khusus seperti orang yang lebih tua, remaja, wanita hamil dan ibu menyusui, serta anak-anak yang memilih untuk berpuasa.
  • Makanan ini, yang merupakan sarapan ringan, perlu disertakan juga sayuran, satu porsi karbohidrat seperti nasi atau roti/roti gulung yang terbuat dari gandum atau beras; makanan kaya protein seperti produk susu (keju yang tidak asin/susu) dan/atau telur, serta lauk pauk serta teh.


4. Panduan untuk penderita Diabetes dan Tekanan Darah Tinggi

Penderita diabetes tipe 1 umumnya disarankan untuk tidak berpuasa. Orang dengan diabetes tipe 2 dan hipertensi yang kondisinya terkendali, baik melalui diet atau obat-obatan, mungkin dapat berpuasa. Namun, mereka disarankan untuk merujuk ke dokter atau ahli gizi mereka untuk mendapatkan saran yang tepat berdasarkan situasi mereka.


5. Puasa selama kehamilan dan menyusui

Wanita hamil dan ibu menyusui harus merujuk ke dokter mereka untuk mandapatkan nasihat dan petunjuk apakah bisa menjalankan ibadah puasa atau tidak berdasarkan penilaian dari kondisi kesehatan masing-masing.

Tips Penting Lainnya

Selain makanan dan minuman serta berbagai nutrisi yang disarankan oleh WHO tersebut di atas, alangkah baiknya jika selama menjalankan ibadah puasa disaat terjadi wabah/pandemi virus corona seperti saat ini ditambahkan berbagai macam food supplement dan herbal agar daya tahan tubuh tetap dalam level yang optimal.

Pada saat sahur, jika perlu bisa minum suplemen vitamin C, vitamin E dan zink untuk mengoptimalkan produksi B-Cell dan T-Cell yang berfungsi sebagai “pertahanan lapis pertama” dari sistem kekebalan tubuh. Sementara pada waktu malam hari sebelum tidur, sangat baik untuk  mengkonsumsi berbagai herbal yang berfungsi untuk menunjang sistem kekebalan tubuh seperti Echinacea, Curcumin dan Madu, sebagai pelengkap atau “pertahanan lapis kedua” dari sistem kekebalan tubuh sehingga apabila sewaktu-waktu virus corona tersebut masuk ke dalam tubuh, maka sistem kekebalan tubuh sudah siap menghadapinya.

Patuhi anjuran Pemerintah seperti tetap berdiam diri di rumah, menjaga jarak dari orang lain, hingga rajin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir serta senantiasa mengenakan masker jika berada di luar rumah, agar tidak terpapar dan tertular oleh virus corona penyebab dari Covid-19 ini.

Nah itu tadi artikel mengenai Panduan Cara Makan Sahur dan Berbuka Selama Bulan Ramadhan Menurut WHO, semoga dapat bermanfaat.

Jangan lupa like, comment, dan share ke sosial media kalian ya.
Read More
Tips Menjalani Puasa Ramadahan Di Tengah Pandemi COVID-19

Tips Menjalani Puasa Ramadahan Di Tengah Pandemi COVID-19

Tips Menjalani Puasa Ramadahan Di Tengah Pandemi COVID-19 - Bulan suci Ramadhan telah tiba. Namun, ditengah pandemi virus corona saat ini tentu saja bulan puasa tahun ini tidak akan sama seperti pada tahun-tahun sebelumnya.

Dampak pandemi COVID-19 tidak hanya memengaruhi kesehatan fisik, tetapi juga memengaruhi kesehatan mental, sosial, bahkan spiritual. Konsultan kesehatan Medikku dan partner aplikasi kesehatan Jovee, dokter Rosnah Pinontoan, mengatakan pola makan seimbang harus diterapkan agar tubuh tetap sehat selama menjalani puasa di tengah pandemi virus Corona. "Pada bulan Ramadan terjadi perubahan waktu makan, di pagi sampai sore hari dilakukan puasa. Saat bulan Ramadan yang mungkin terjadi adalah dehidrasi dan kekurangan mikronutrien," ucap Rosnah seperti diberitakan Antara News.

Keistimewaan Puasa Ramadhan saat Pandemi Corona COVID-19 : Okezone ...
Ramadhan Kareem (pict by: muslim.okezone.com)

Nah, berikut ini ada beberapa tips yang bisa dilakukan untuk menjalani puasa ramadhan di tengah pandemi corona.

1. Terapkan Pola Makan Seimbang

"Usahakan tetap menerapkan pola makan seimbang dan bervariasi selama sahur dan berbuka," ujar Rosnah.

2. Hindari Makanan yang Bersifat Proinflamasi

Agar tubuh kuat puasa, hindari makanan yang bersifat proinflamasi seperti mengandung gula tambahan dan minyak jenuh berlebihan.

3. Lebih Banyak Minum Air Putih

Pakar nutrisi Devinder Bains, dilansir Arab News mengatakan sebelum mulai berpuasa, tambah asupan air untuk memastikan tubuh betul-betul terhidrasi. Tambah satu atau dua gelas sehari dan kurangi tingkat dehidrasi yang akan dihadapi tubuh selama berpuasa.

4. Menambah Sumplemen atau Vitamin

Jika sulit memenuhi pola makan seimbang dan bervariasi, Anda bisa mulai mempertimbangkan untuk menambah sumplemen atau vitamin. 

"Jika sulit memenuhi pola makan seimbang dan bervariasi, tambahan suplemen dapat dipertimbangkan, agar kesehatan tetap terjaga," kata Rosnah menambahkan bahwa jenis suplemen yang dipilih harus disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan tubuh. 

Rosnah menambahkan ada beberapa alternatif suplemen yang disarankan yakni multivitamin, habbatussauda atau jintan hitam dan sari kunyit (tumeric). 

Multivitamin dapat membantu memelihara kesehatan dan meningkatkan sistem imun dalam tubuh karena mengandung beberapa jenis vitamin sesuai kebutuhan tubuh antara lain vitamin C, vitamin B kompleks, vitamin E, Kalsium, dan Zat Besi yang dapat mencegah berbagai penyakit yang disebabkan oleh virus maupun bakteri. Kandungan mineral dari multivitamin juga membantu memaksimalkan antioksidan, sehingga dapat melawan radikal bebas. 

Habbatussauda atau jintan hitam ini merupakan salah satu sumber thymoquinone memiliki manfaat sebagai anti-inflamasi dan antioksidan. Hal ini membantu mencegah kerusakan sel dan meningkatkan kerja sistem imun dalam tubuh untuk menangkal radikal bebas dari luar. 

Selain itu, habbatussauda dapat menjaga lapisan sel pada lambung dan meningkatkan aktivitas sel beta dalam pankreas dalam mengatur gula darah. 

Sementara sari kunyit memiliki kandungan zat curcumin yang berfungsi sebagai anti-inflamasi untuk mengurangi peradangan terhadap berbagai penyakit kronis, membantu mengendalikan diabetes, menetralisir radikal bebas sehingga dapat mencegah kerusakan sel pada tubuh. 

Curcumin yang terkandung sangat dibutuhkan di saat bulan Ramadhan karena dapat membantu mengurangi frekuensi kekambuhan gejala maag dan mampu bekerja mengendalikan produksi asam lambung serta empedu berlebih.

Nah itu tadi artikel mengenai Tips Menjalani Puasa Ramadahan Di Tengah Pandemi COVID-19, semoga bisa bermanfaat.

Jangan lupa like, comment, dan share ke teman-teman dan saudara agar mereka juga tetap kuat menjalankan puasa di tengah pandemi Corona ini.
Read More
Tips Kegiatan untuk Mengatasi Kegabutan saat #DiRumahAja, Nomor 5 Absurd Parah

Tips Kegiatan untuk Mengatasi Kegabutan saat #DiRumahAja, Nomor 5 Absurd Parah

Tips Kegiatan untuk Mengatasi Kegabutan saat #DirumahAja - Pandemi Corona mengharuskan kita untuk tetap #DiRumahAja, bekerja dari rumah, belajar dari rumah. Tentu karena hal ini waktu banyak kita habiskan di rumah, bagi sebagian orang biasa aktif melakukan kegiatan sehari-hari pasti akan bosan dan bingung jika hanya berdiam diri di rumah. Tapi karena ini memang instruksi dari pemerintah yang membuat kebijakan agar masyarakat tidak melakukan aktivitas seperti biasa di luar rumah untuk menghindari penyebaran virus tersebut, maka harus kita lakukan demi kebaikan dan keselamatan negara kita tercinta. Kapan lagi bisa bantu negara dengan cara rebahan yakan, hehe.
Baik, di artikel ini akan kita bahas tentang Tips Kegiatan untuk Mengatasi Kegabutan saat #DiRumahAja, oke langsung saja ini dia kegiatan yang bisa kamu lakukan biar nggak gabut


Dirumahaja Kontribusi Kita Bersama Negara Lawan Corona | Good News ...
#dirmahaja pict by. https://www.goodnewsfromindonesia.id/


1. Menonton Film

Siapa yang tidak menyukai film? Tentu semua orang menyukainya. Menonton film akan sangat seru dilakukan baik sendiri maupun bersama keluarga jika terjadi lockdown. Terlebih jika kita menontonnya secara maraton untuk menghabiskan waktu libur.

2. Memasak

Pada momen #DiRumahAja ini banyak orang mendadak menjadi chef di rumah sendiri. Memasak adalah cara yang seru untuk menghabiskan waktu luang. Dengan memasak, kamu bisa sekaligus bereksperimen dengan masakanmu loh! Jangan lupa untuk mengajak keluargamu memasak agar suasana memasak menjadi ceria. Karena lebih lama di rumah kamu bisa coba berbagai resep makanan hits yang lagi ngetrend, sekarang.

3. Main Game

Bagi kamu yang berjiwa santuy, ini adalah momen yang 'tepat' untuk memanfaatkan waktu rebahan dan main game untuk menghilangkan stres. Game apa? Bebas, kamu bisa coba main game Worms Zone yang lagi viral sampai mencetak skor tertinggi belasan juta, Call of Duty: Mobile, PUBG, apapun itu. WHO bahkan menyarankan orang-orang bermain game untuk menghibur diri dan menjaga kesehatan mental.

4. Buat Vlog

Ikut stres dengan pemberitaan corona? Coba alih-alih nonton YouTube, kamu bisa membuat konten vlog yang lucu-lucu untuk mengalihkan pikiran. Atau jika kamu merasa tidak dapat berbuat banyak, buat saja konten edukatif terkait pencegahan penularan virus corona. Selain bermanfaat dan mulia, lumayan juga kan buat kamu jadi lebih produktif.

Bukan anak YouTube? Ya sudah main TikTok saja, sekalian ikut kampanye cuci tangan yang sedang digaungkan di TikTok.

5. Mengobrol dengan Google Assistant

Mengobrol dengan Google Assistant terdengar konyol tapi ini dapat dilakukan untuk mengusir rasa bosan saat melakukan pekerjaan hanya dari dalam kamar atau teras rumah, huft. Lewat Google Assistant, kamu bisa memintanya untuk 'nyanyikan lagu untuk saya', 'main game', dan hal lainnya.

Google Assistant juga mampu memberikan lelucon lucu yang membuat kamu, well, setidaknya tersenyum sendiri. Sudah dicoba belum?

6.  Membersihkan Rumah

Kalau kamu capek rebahan terus, mending bersihin rumah, membersihkan rumah juga bisa menjadi aktivitas yang seru untuk mengisi hari libur bersama keluarga. Dan hal ini juga bagus sekali dilakukan agar rumah tetap bersih dan terjaga kerapihannya.

7. Olahraga

Saat di rumah kalian bisa melakukan pemanasan dan olahraga ringan agat tubuh tetap vit.

Nah itu tadi Tips Kegiatan untuk Mengatasi Kegabutan saat #DiRumahAja, Nomor 5 Absurd Parah, semoga bisa membantu mengurangi kegabutanmu.
Sekian artikel kali ini, jangan lupa like, comment, share ke teman-teman kamu ya biar nggak gabut, terima kasih.
Read More
loading...